Arsip Tag: Kementerian Pendidikan

Didorong Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Muarojambi Direvitalisasi

Akresi Jurnal Jakarta – Candi Muarojambi terus dipromosikan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) untuk mendukung hal tersebut. Pemerintah memulihkan ruang ibadah seluas 3.981 hektar.

Laporan konferensi pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pemugarannya mengusung konsep keselarasan dengan ekosistem dan alam sekitar. “Sebagai kawasan cagar budaya nasional, pemugaran Candi Muarojambi menjadi prioritas utama Kementerian Kebudayaan secara umum,” kata Fitra Arda, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, dalam siaran pers yang diperoleh Tempo, Senin, Februari. 5 Agustus 2024.

Fitra mengatakan, Candi Muarojambi sudah menjadi fokus konservasi. Pasalnya, tempat tersebut memiliki struktur batu bata yang khas dan nilai sejarah yang menarik. Letaknya di atas tanah yang dikelilingi parit untuk transportasi dan pengendalian banjir. Tidak hanya itu Melestarikan candi-candi ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kearifan. Memperkuat kesadaran humanistik dan menelusuri masa lalunya sebagai inti studi Budha tertua dengan wilayah terluas di Asia Timur, Asia Selatan.

Pemugaran KCBN Muarajambi merupakan langkah lanjutan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang ini bertujuan untuk dua hal. Melibatkan fleksibilitas budaya dan kontribusi budaya Indonesia terhadap peradaban dunia.Konservasi KCBN Muarajambi tidak hanya fokus pada warisan budaya. tetapi juga mengembangkan dan melindungi alam dan lingkungan.

Pada tahun 2022 akan dilaksanakan proyek rehabilitasi KCBN Muarajambi, termasuk rehabilitasi. perencanaan rehabilitasi Mengembalikan parit disekitarnya menjadi normal dan penataan lingkungan hidup.Kemudian pada tahun 2024, pembangunan museum akan dilanjutkan dengan pemugaran Pura Kotomahligai dan Pura Paritduku, rencana pemugaran Pura Sialang dan Pura Alun-Alun, serta penataan lingkungan Pura Kotomahligai, Candi Kedaton, Candi Gedong, dan Astano. Candi, seperti konstruksi parit, air dan kolam normal.

“Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk merevitalisasi kawasan ini adalah dengan mengubahnya menjadi pusat pendidikan. Perkuat inti imajinasi dengan menata area candi. Perkuat ekosistem cerdas,” kata Fitra Arda, melalui ekonomi kerakyatan berbasis budaya tak benda.” Diskusi Kebijakan dan Budaya dalam menjalankan aktivitas Kawasan tersebut akan dikelola di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya. Untuk mendukung upaya revitalisasi tersebut, Direktorat Kebudayaan memfokuskan agendanya di Muarajambi, misalnya untuk meningkatkan nilai kawasan. Komite Kebudayaan sedang menyelenggarakan Festival Swarnabhumi Kenduri dan Pasar Karet Desa (PADUKA), PADUKA merupakan tempat dijualnya makanan dan minuman khas warga Desa Muarojambi.

Pembangunan kawasan tersebut diharapkan tidak mengakibatkan hilangnya alam pedesaan dan masyarakat berperan penting dalam pengelolaannya.Revitalisasi Muarojambi juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa budaya lebih dari sekedar warisan budaya dan seni tari. Lebih-lebih lagi, Kebudayaan merupakan sarana pembangunan dan memberikan landasan dasar bagi kemajuan suatu negara. “Saat ini, kebudayaan tidak lagi dianggap sebagai biaya. Itu investasi jangka panjang,” kata Fitra. Investasi budaya berupa pertunjukan dalam rangka pertunjukan budaya. Area cakupan terbuka menghubungkan keberagaman dan mewujudkan perekonomian kerakyatan yang berkelanjutan Agus Widiatmoko, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Daerah 5 menambahkan, KCBN Muarajambi jangan hanya dijadikan sebagai objek wisata saja. Namun juga merupakan pusat peradaban yang mencerminkan warisan budayanya. “Muarajambi harus kita anggap sebagai pusat peradaban. Hal ini memberikan ruang untuk kajian dan penelitian yang mendalam,” kata Agus. Selain itu, peran masyarakat sangat penting dalam menjadi mekanisme pembangunan ekonomi daerah dan kemajuan pendidikan.”

Candi Muaro Jambi didirikan antara abad ke-7 hingga ke-12 dan dikatakan sebagai pusat studi agama Budha tertua di Indonesia. dan terbesar di Asia Tenggara Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 259/M/2013, kawasan seluas 3.981 hektar ini terdiri dari 88 bangunan batu bata yang sebagian sudah dipugar seperti Candi Kotomahligai Kedatan, Gedong I, Gedung 2, Kampung, Tinggi, Telago Rasho, Kembar Batu dan Astano.

Pilihan Editor: Kompleks Candi Batuchaya resmi menjadi Situs Warisan Budaya Nasional.

Prabowo mengamini pandangan Anies mengenai peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru dan dosen. Baca selengkapnya

Pembukaan akses ke Machu Picchu terjadi setelah tercapai kesepakatan antara pemerintah dan kelompok protes mengenai sistem tiket. Baca selengkapnya

Aturan batas kecepatan dibuat untuk melindungi bangunan tua Venesia dari erosi akibat gelombang. Baca selengkapnya

Penduduk setempat khawatir platform tiket online Machu Picchu akan merugikan bisnis lokal. dan hanya mendatangkan keuntungan bagi satu perusahaan Baca selengkapnya

Ia memiliki beberapa agama tertua di dunia. Termasuk agama Budha dan Hindu. Agama ini muncul sekitar tahun 1500 SM. Ini adalah sejarah Baca selengkapnya

Jika ingin melihat negeri bunga sakura dari atas, berikut 5 puncak di Jepang selain Gunung Fuji. Baca selengkapnya

Selain sebagai tempat wisata edukasi Pusat Informasi Geopark Ijen juga bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Baca selengkapnya

Pulau Sibandang merupakan bagian penting dari pengembangan destinasi prioritas Danau Toba. Baca selengkapnya

Padatnya pengunjung Gunung Fuji menimbulkan permasalahan seperti penumpukan sampah dan cederanya pendaki. Baca selengkapnya

Dengan menjual tiket masuk Wisatawan dan peziarah yang ingin beribadah akan dipisahkan saat memasuki Hagia Sophia. Baca selengkapnya